Santunan 10 Suro di MI MH Jinggotan

10 Suro merupakan hari yang sangat istimewa bagi ummat islam, karena pada malam 10 suro selalu diadakan kegiatan doa bersama oleh warga, terutama ummat islam karena dalam sejerah islam terjadi kejadian yang luar biasa diantaranya .

Nabi Musa dan Nabi Harun sedang menghindar dari kejaran Raja Fir’aun bersama pasukannya. Nabi Musa dan rombongan terjebak dan terhenti setelah melihat arah jalan yang ia lewati ternyata mengarah ke Laut Merah. Namun, berkat petunjuk yang diberikan Allah. Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut dan Laut Merah pun terbelah memberikan jalan Nabi Musa dan rombongan untuk menyebrang ke sebrang daratan. Ketika Nabi Musa dan rombongan selamat dan sampai ke sebrang, kala itu rombongan fir’aun masih sampai pertengahan laut. Na’as, laut kembali pada keadaan semula. Fir’aun dan pasukannya pun tenggelam dan binasa dilaut termakan gelombang besar.

Nabi Ayub yang terkena penyakit mengerikan, sembuh atas karunia Allah pada tanggal 10 Muharram. Nabi Ayub mendapat kesembuhan dari mata air yang keluar dari ketukan kakinya. Nabi Ayub menggunakan air itu untuk minum dan mandi, dan berkat mu’jizat dari Allah Nabi Ayub sembuh dari penyakitnya.

Nabi Ibrahim tidak mempan dibakar oleh api Raja Namrud. Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala sesembahan Raja Namrud, membuat Raja Namrud murka dan mengutus utusannya untuk menangkap Nabi Ibrahim serta membakarnya. Namun, berkat pertolongan Allah. Api itu menjadi dingin dan justru membut Nabi Ibrahim merasa nyaman.

Nabi Yunus keluar dari ikan paus pada tanggal 10 Muharram. Pada tanggal 10 Syuro (Muharram), Nabi Yunus yang ditelan ikan raksasa akhirnya berhasil keluar berkat pertolongan Allah. Dan masih banyak kisah dalam 10 suro

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. at Taubah :36).

MI Miftahul Hidayah Jinggotan merupakan Madrasah yang berada di Wilayah Jinggotan, momen suro ini diadakan kegiatan Santunan Yatim Piatu, yang mana siswa dari MI Miftahul Hidayah Jinggotan sejumlah 157 siswa terdapat 2 siswa siswi Yatim Piatu yang berasal dari Kelas 5 Bernama Muhammad Alif Maulana Putra Ibu Rofiah dari kelas 4 Lia Lailatul Magfiroh Putri dari Ibu Almiah, uang yang digunakan untuk santunan tersebut berasal dari kawan2 satu Madrasah hal ini diprogramkan oleh Madrasah agar anak-anak yang masih lengkap orangtuanya bisa mengambil hikmah dari semua itu.

Pemberian santunan Yatama diberikan langsung oleh Kepala MI Miftahul Hidayah Jinggotan Bapak. M. Rifan, S.Sos.I.S,Pd dalam sambutannya mengatakan “kalian yang masih punya orang tua harus bisa bersyukur karena bisa mendapatkan segalanya” kalian lihat 2 teman kalian yang tidak genap orang taunya, maka dari itu kalian harus lebih rajin untuk belajar* kegiatan itu diakhiri dengan jabat tangan oleh para guru dengan rasa iba dan tersentuh para guru menitiskan air mata dengan mengucapkan Rajin belajar dan jadilah orang yang berguna ucap salah seorang guru.