Sejarah Desa

Desa Jinggotan merupakan bagian dari Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, menurut cerita orang-orang dahulu bahwa desa Jinggotan sudah ada sejak zaman Penjajahan Jepang hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga dan para sesepuh desa yang ikut berjuang melawan penjajahan Jepang, Desa Jinggotan duhalu itu merupkan hutan belantara dan banyak hewan-hewan buas dan hewan langka seperti, (harimau, kera, Rusa (kijang) dan burung yang beraneka ragam, kelestarian desa Jinggotan (hutannya berakhir antara tahun 1995) tepatnya pada masa Reformasi dan turunnya Presiden Soeharto karena terjadi penebangan liar.
Menurut cerita atau legenda nama desa Jinggotan diambil dari nama sesepuh yang Bernama Ki Ageng Jenggot  yang diyakini oleh warga dimakamkan di Balaikambang RT 02 RW 05 konon Ki Ageng Jenggot  adalah santri dari Sunan Muria dalam mendalami ilmu kepada Sunan Muria Ki Ageng Jenggot  bersama-sama dengan Ki Gede Bangsri, Ki Banjar dan KI Suro Gotho mereka saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai persahabatan dan saling tolong menolong baik dari segi sosial maupun agama.
Untuk mempererat persaudaraan diantara mereka setelan menjadi santri di Kesunan Muria mereka saling bersilahturrohmi tidak terkecuali KI Suro Gotho, pada saat itu ki Suro Gotho silahturrohmi ke Tempat Ki Gede Bangsri, kebetulan Ki Gede Bangsri mempunyai Putri yang cantik jelita yang bernama Dewi Wiji. Pada saat Ki Suro Gotho bersilahturrohmi ke Kediaman Ki Gede Bangsri, Ki Gede Bangsri sedang berada di Kesunan Muria, akhirnya Ki Suro Gotho hanya bertemu dengan Dewi Wiji atau putri dari Ki Gede Bangsri. Dalam pertemuannya Ki Suro Gotho tertarik dengan dengan Dewi Wiji akan Tetapi Dewi Wiji tidak menerima cinta dari Ki Suro Gotho akhirnya Dewi Wiji bergegas keluar dan berlari karena Ki Suro Ghoto memaksa agar Dewi Wiji Mau menikah dengannya.
Dalam pelariannya Dewi Wiji Sampai di Sebuah Rumah yang mana pemilik rumah tidak lain adalah rumah sahabat ayahnya Ki Ageng Jenggot . Pada saat disana KI Suro Ghoto pun bertemu dengan sahabat lamanya Ki Ageng Jenggot . dalam pembicaraan yang panjang Ki Suro Ghoto menyampaikan maksudnya mengejar Dewi Wiji akan tetapi maksud dan tujuan dari Ki Suro Gotho ditentang oleh Ki Ageng Jenggot maka terjadilah perkelahian diantara mereka, yang mana saat itu Ki Suro Ghoto dapat ditaklukkan oleh Ki Ageng Jenggot. Akan tetapi dengan kelicikan yang dimiliki oleh Ki Suro Gotho, Ki Ageng Jenggot dapat dikalahkan dan di bunuh dengan senjata yang di curi Dari Sunan Muria bernama Guling Muria (berbentuk ganda Kuning).
Dengan gugurnya Ki Ageng Jenggot inilah kemudian tempat gugurnya dikenal dengan desa Jinggotan yang mana terdiri dari 8 dukuh, yaitu Dukuh Segawe, Dukuh Kembang, Dukuh Tretes, Dukuh Segembul, Dukuh Jinggotan, Dukuh Sambirjo dan Dukuh Bendo sari, dan sekitar tahun 1997 salah satu Dukuh desa Jinggotan dijadikan Ibu Kota Kecamatan yaitu Dukuh Kembang menjadi Kecamatan Kembang yang mana mempunyai filosofi Kembang adalah identik dengan keharuman barang siapa yang mencium keharuman bunga maka kedamaian,kenyamamam dan kebahagiaan akan menemaninya inilah diantaranya alasan dukuh Kembang dijadikan Nama Kecamatan Kembang

Facebook Comments
%d blogger menyukai ini: