Makna Pendidikan

Foto Dokumen Pribadi

Kata Pendidikan ” mungkin hal yang sudah terdengar biasa pada dewasa ini. Keberadaan sekolah yang banyak dan pesat perkembanganya membuat seseorang dapat menikmati pendidikan dengan mudah.
Ada sekolah yang berstatus negeri ada pula yang swasta, kalau kita bicara tentang pendidikan terutama soal kualitasnya antara sekolah yang negeri atau yang swasta hampir tidak ada bedanya, bahkan tidak sedikit sekolah swasta yang mampu mengungguli sekolah negeri dalam berbagai keunggulan dan prestasi,tentu kalau berbicara sarana prasana (sarpras) maupun status tenaga pengajar antara sekolah negeri dan swasta akan jarang untuk sama antara keduanya.
Berbicara pendidikan seringkali menggambarkan prestige seseorang. Biasanya orang berpendidikan adalah orang yang sukses, meskipun pengusaha dengan serba-serbi latar belakang pendidikanya jauh lebih sukses (dalam hal materi).
Dalam KBBI kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

“Pengubahan sikap dan tata laku seseorang” seperti yang di gambarkan dalam KBBI itulah inti dari pendidikan. Pertanyaanya mengapa sikap? Mengapa tata laku? Mengapa bukan material seseorang, jika memang dengan pendidikan mampu membuat seseorang sukses?
Karena sikap dan tata laku seseorang lebih dihargai orang lain dari hanya sekedar gelar pendidikanya, benarlah bahwa “adab itu diatas ilmu”, orang yang berpendidikan sekalipun jika tidak punya perubahan sikap dan tata laku yang baik akan tidak dipandang orang sekalipun tinggi pendidikanya dan sukses orangnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat tidak peduli setinggi apapun pendidikanya, orang yang bisa memanfaatkan pendidikanya dengan baik serta mampu menjaga sikap dan tata lakunya dengan baik dan menjadi lebih baiklah yang akan disenangi oleh masyarakat dan dianggap sebagai seorang yang berpendidikan dan “sukses”.
Orang yang berpendidikan tentu tidak melulu menghubungkan arti kesuksesan dengan financial seseorang. Melalui pendidikan yang kita miliki, mungkin makna kesuksesan yang kita pahami selama ini standarnya terlalu tinggi, sementara di masyarakat orang yang sukses adalah orang yang mampu berbuat baik untuk keluarga, tetangga maupun orang lain dalam cakupan yang lebih luas, tidak mengusik dan menganggu kehidupan orang lain, mampu memberikan manfaat, kesejukan, serta mampu mentransferkan energi positif bagi sesama itu adalah orang berpendidikan yang sebenarnya.
Menurut A.A. Milne, To the uneducated, an A is just three sticks. Bagi orang yang tidak berpendidikan, huruf A hanyalah sebuah tiga garis. Selamilah makna pendidikan yang sesungguhnya agar tau apa itu pendidikan yang sebenarnya.
Pendidikan diharapkan mampu membentuk kita menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan dan sesama, karena banyak orang yang berpendidikan tapi lupa bahwa ada hak orang lain yang tidak boleh diambil, ada hak orang lain yang Allah titipkan kepada kita dan itu harus kita keluarkan untuk mereka, ada perasaan dan keberagaman yang harus terus dipupuk dan dijaga. Tidak perlu menjadi pohon yang terlalu tinggi, tapi jadilah pohon yang rindang. Dikutip dari (https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/andryadi/5c84f0deaeebe1549862dd47/menyelami-makna-pendidikan)