Kenapa Upacara Hari Senin…?

Coretan : Kang Raes

Setiap hari Senin siswa sekolah punya kewajiban upacara bendera. Sebetulnya alasan apa yang mendasari upacara bendera jatuh pada hari Senin, bukan hari lainnya? Jika merujuk pada hari kemerdekaan, sepertinya tidak. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu jatuh pada hari Jumat, bukan hari Senin. Apabila berdasarkan hari Indonesia merdeka, maka seharusnya upacara bendera dilaksanakan pada hari Jumat.

Lalu mengapa upacara bendera tetap dilakukan pada hari Senin? Setelah penulis melakukan penelusuran kecil, alasan-alasan berikut ini mungkin bisa menjawab pertanyaan “Mengapa upacara bendera harus dilakukan di hari Senin?”. Pertama, Senin adalah hari pertama memulai kegiatan setelah libur akhir pekan. Senin adalah awal siswa sekolah masuk setelah libur hari minggu. Awal pekan dirasa layak untuk mengisi nilai-nilai nasionalisme. Selain itu, kita juga dapat mengingat pahlawan yang dulu berjuang demi kemerdekaan Indonesia dan kitapun akan berjuang selama seminggu karena tugas menjalankan sekolah atau kerja selama seminggu.

Alasan yang kedua yaitu jika dilaksanakan pada hari Jumat, orang-orang sudah mulai kehilangan semangat Apabila upacara dilaksanakan  pada hari Jumat, mungkin pelaksaaannya tidak sekhusyuk hari Senin. hal itu disebabkan karena rasa lelah setelah sekolah atau bekerja dari hari Senin hingga Kamis. Jika upacara bendera dilakukan di hari Jumat maka akan berkurang tujuan dari upacara itu sendiri, yaitu meningkatkan rasa nasionalisme. Alasan yang terakhir yaitu Upacara sudah menjadi kewajiban bagi siswa sekolah.

Disisi lain Pembacaan Proklamasi oleh Bung Karno pada hari Senin bertepatan 17 Romadhan yang mana tanggal itu adalah Turunnya Al-Qur’an, Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling agung bila dibandingkan dengan mukjizat yang lain yang dimiliki oleh beliau dan atau bila dibanding dengan mukjizat-mukjizat lain yang dimiliki oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.

Adalah wajar jika sampai saat ini bahkan sampai hari kiamat nanti keaslian al-Qur’an masih tetap terjaga. Karena mustahil tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat memalsukan/merubah ayat-ayat al-Qur’an apalagi mampu menyaingi keindahan kalam-kalam al-Qur’an

Al Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta’ala kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam 14 abad yang silam. Al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh mukjizat yang lain yang hanya bisa dinikmati dan disaksikan pada zamannya saja.

Sejak pertama kali diturunkan al-Qur’an telah mampu merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia dari kesesatan menuju kebenaran dan kebahagian dunia maupun akhirat. Hal ini merupakan salah satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an. Karena banyak hikmah keutamaan Malam Nuzulul Qur’an ini di dalamnya.

Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. Al-Qur’an diturunkan ke bumi tidak sama dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai.

Tetapi al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan permasalah yang terjadi saat itu untuk memberikan jawaban atas permasalah yang dihadapi para Sahabat nabi kala itu.

Selain itu pula Upacara setiap hari Senin juga mempunyai makna yang luar biasa karena Menurut pendapat yang paling kuat, Rasulullah Saw dilahirkan pada hari Senin, malam 12 Rabiul Awwal di Makkah bertepatan dengan awal Tahun Gajah. Dan menurut Para ahli tarikh telah bersepakat bahwa wafatnya adalah pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal. Dan dia selalu melaksanakan Puasa Sunnah setiap hari Senin dan Kamis.

Melihat dari kisah kisah itu kita bersyukur bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan Rohmat dan selalu mendapatkan keberkahan dari Nabi Muhammad SAW. Semoga bangsa ini selalu aman tentram dan penuh berkah…amin……

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan