Memelihara Kucing

عن عبدالله بن عمر رضي الله عنهما، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((عُذِّبَتِ امرأةٌ في هرَّة حبسَتْها حتى ماتت جوعًا، فدخلَتْ فيها النار))، قال: فقال – والله أعلم -: لا أنتِ أطعمتِها ولا سقيتِها حين حبستِها، ولا أنتِ أرسلتِها، فأكلَتْ من خشاش الأرض
Dari Ibnu Umar RA, Nabi Muhammad SAW sempat bersabda, “Ada seorang perempuan yang masuk ke dalam neraka karena perkara seekor kucing. (Kucing) itu dia ikat (sampai mati). Dia tidak memberinya makan. Tidak pula membiarkannya lepas sehingga bisa mencari makan sendiri, (sekalipun) serangga-serangga di tanah.” (HR Bukhari Muslim)

Kucing Rasulullah
Semasa hidup, Rasulullah diketahui memiliki beberapa binatang peliharaan, mulai dari kucing hingga unta. Hewan-hewan itu dirawatnya dengan penuh kasih sayang.
Diceritakan peliharaan Rasulullah, Mueeza, yang merupakan kucing dan mulai dipelihara Rasulullah selama Pertempuran Uhud.
Dalam banyak kisah, Mueeza kerap digendong Rasulullah dan ditaruhnya di atas paha sambil dielus badannya. Salah satu yang sangat disukai Nabi SAW ialah saat Mueeza mengeong tiap mendengar lantunan adzan. Seolah-olah, hewan imut itu sedang menjawab panggilan sholat.
Tak sampai di sana, saking mencintai Mueeza, pernah suatu ketika, Nabi SAW mendapati Mueeza sedang tidur di atas jubah. Padahal, Rasulullah memerlukan jubah tersebut. Bukannya membangunkan Mueeza, Rasulullah SAW justru memotong belahan lengan jubah yang ditiduri kucingnya itu. Sebabnya beliau tak ingin mengganggunya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan